Tentang Ayah, yang Selalu Punya Cara Untuk Dikenang
Yogyakarta, 10 Oktober 2025 0:27 WIB Agustus tahun ini terasa berbeda. Langit seolah ikut diam, dan waktu mendadak jadi lebih lambat dari biasanya. Hari itu, aku kehilangan seseorang yang tak pernah benar-benar siap untuk kuikhlaskan ayahku. Bukan karena aku tak tahu bahwa setiap yang hidup pasti akan kembali, tapi karena aku masih ingin sedikit lebih lama bersandar di pundaknya, mendengar suaranya yang selalu menenangkan, dan melihat senyum hangatnya yang khas itu. Ayah selalu jadi sosok yang sederhana, tapi dalam kesederhanaannya ada banyak pelajaran hidup yang diam-diam tertanam di diriku. Dari caranya menyapa orang dengan ramah, aku belajar tentang rendah hati. Dari cara beliau menghadapi masalah tanpa banyak keluh, aku belajar tentang keteguhan. Dan dari caranya mencarikan aku teman atau kenalan baru, aku sadar… ternyata cinta ayah tidak selalu ditunjukkan lewat kata, tapi lewat perhatian kecil yang diam-diam menjaga. Kini, setiap kali aku merasa lelah atau kehilangan arah...