Postingan

Tentang Ayah, yang Selalu Punya Cara Untuk Dikenang

Yogyakarta, 10 Oktober 2025 0:27 WIB  Agustus tahun ini terasa berbeda. Langit seolah ikut diam, dan waktu mendadak jadi lebih lambat dari biasanya. Hari itu, aku kehilangan seseorang yang tak pernah benar-benar siap untuk kuikhlaskan ayahku. Bukan karena aku tak tahu bahwa setiap yang hidup pasti akan kembali, tapi karena aku masih ingin sedikit lebih lama bersandar di pundaknya, mendengar suaranya yang selalu menenangkan, dan melihat senyum hangatnya yang khas itu. Ayah selalu jadi sosok yang sederhana, tapi dalam kesederhanaannya ada banyak pelajaran hidup yang diam-diam tertanam di diriku. Dari caranya menyapa orang dengan ramah, aku belajar tentang rendah hati. Dari cara beliau menghadapi masalah tanpa banyak keluh, aku belajar tentang keteguhan. Dan dari caranya mencarikan aku teman atau kenalan baru, aku sadar… ternyata cinta ayah tidak selalu ditunjukkan lewat kata, tapi lewat perhatian kecil yang diam-diam menjaga. Kini, setiap kali aku merasa lelah atau kehilangan arah...

Sri Tanjung 2022

2022 Pengalaman paling seru dan bermakna naik kereta api kelas ekonomi "Sri Tanjung" adalah saat pertama kali aku merantau, dari Mojokerto ke Yogyakarta, ditemani ayah tercinta dan diantarkan oleh kakak laki2ku. Di stasiun, suasana hati campur aduk, antara semangat mengejar mimpi dan haru meninggalkan rumah. Saat kereta mulai bergerak, aku melambaikan tangan kepada kakak yang tetap berdiri di peron, menguatkanku dengan senyumnya. Di sepanjang perjalanan, aku memandang ke luar jendela, mencoba menenangkan diri sambil menikmati pemandangan sawah yang luas. Sedangkan ayahku, menunjukkan sikapnya yang humble, beliau berkenalan dengan banyak orang di dalam kereta. Secara tak langsung, beliau seperti mencarikanku kenalan "barangkali ada yang tujuan akhirnya juga ke Jogja dan berniat menetap disana" agar aku tidak merasa sendirian di kota baru. Sikap ramah ayah membuat suasana perjalanan terasa hangat. Kami bercakap dengan berbagai penumpang sambil menikmati pemandangan di...

Jeda Di Antara Waktu

Ada saat ketika hidup terasa melambat, ketika semua hiruk-pikuk tiba-tiba lenyap, menyisakan sunyi yang mengisi ruang di antara detak jam. Di titik itu, seringkali diri ini merasa kehilangan arah, seperti ada sesuatu yang dulu begitu dekat, kini menjauh entah ke mana. Namun, ternyata justru dalam jeda inilah Tuhan memberikanku kesempatan untuk merenung? Untuk menarik napas panjang, melepas beban yang tak perlu, dan menyadari bahwa kekosongan ini bukanlah akhir, melainkan awal yang baru. Anggaplah ini sebagai undangan dari semesta untuk memperbaiki langkah, untuk menemukan kembali impian yang pernah terlupakan. Ternyata, setiap jeda adalah bagian dari perjalanan. Di tengah kekosongan, ada keheningan yang mengajarkan bahwa keberanian bukan hanya tentang terus bergerak, tapi juga tentang tahu kapan harus berhenti sejenak, menyusun kembali kekuatan, dan bangkit dengan semangat yang lebih besar. Tidak sedikit yang telah mengingatkan ku, bahwa kita tidak boleh takut pada saat-saat sunyi itu,...

Surat Yang Tak Pernah Sampai

Malam ini aku kembali duduk di meja yang sama, dengan lampu kuning berbentuk bunga yang setia menemani. Kipas angin dikamarku terus berputar, membiarkan angin yang dingin menyelimutiku, seolah ingin ikut membaca baris demi baris yang kutulis untukmu. Aku memegang pena ini dengan ragu, seperti seorang musafir yang tak tahu arah pulang. Ada begitu banyak yang ingin kusampaikan, namun seakan setiap kata berlomba-lomba untuk sembunyi. Mereka seperti bintang di langit malam, terlihat jelas namun terlalu jauh untuk kuraih. Selalu ada jeda antara keinginanku menulis dan ketakutan bahwa kau tak akan pernah benar-benar memahami. Mungkin aku terlalu pengecut untuk mengirimkan surat ini. Atau mungkin aku hanya tak ingin mengganggu ketenangan yang sudah kau temukan. Jadi, kubiarkan tinta ini menari di atas kertas, tanpa tujuan, tanpa kepastian apakah kau akan membacanya. Setiap huruf yang kutulis seakan mengikatku pada kenangan yang tak pernah benar-benar usai. Aku menulis bukan untuk meminta, buk...

Melepas dengan Ikhlas, Merindu dengan Tenang

     Siapa bilang ikhlas berarti melupakan?       Terkadang, di balik ketulusan hati untuk menerima kenyataan, masih ada sekelumit rindu yang bersembunyi. menurutku ini adalah perasaan yang sangat manusiawi, seperti dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Dalam perjalanan hidup, kita seringkali dihadapkan pada pilihan sulit, antara bertahan dalam kesedihan atau melangkah maju dengan ikhlas.      Ikhlas itu keputusan yang kita ambil dalam keadaan sadar untuk menerima sesuatu apa adanya, iya... tanpa adanya penyesalan. Sementara itu, rindu adalah perasaan alami yang muncul ketika kita merindukan seseorang. Kedua hal ini memang tampak bertolak belakang sifatnya,namun tanpa kita sadari kedua hal ini bisa hadir bersamaan dalam hati kita.      Pernah ngga sih kita itu ngerasa kayak udah ikhlas atas 'kehilangan'? tapi anehnya, diatas perasaan yang kita anggap ikhlas itu, masih ada aja air mata yang menetes ketika tanpa senga...

Titik Terakhir, Awal Kenangan

Hari ini, sebuah bab baru dalam hidupku telah dimulai. Setelah -+ lima tahun berjalan beriringan, pada akhirnya kita memutuskan untuk mengakhiri kisah. Keputusan ini memang terasa berat bagiku, tapi kita sudah sepakat bahwa ini adalah jalan terbaik untuk saat ini. Selama -+ lima tahun lamanya, kita telah berbagi begitu banyak suka dan duka, iyaaa berbagi cerita, dia yang mendengarkan, aku yang berkeluh kesah, wkwk sabar banget dia kalo dengerin aku ngoceh.☺ Setiap detik yang kulalui bersamanya adalah sebuah anugerah. Senyumnya yang hangat, tawanya yang renyah, dan tatapannya yang menenangkan akan selalu terukir jelas di hati. Yaaah meskipun semuanya sudah selesai, tapi aku tidak ingin melupakannya. Dia harus ada di tumpukan kenangan indah di memoriku. cinta yang pernah kita miliki akan tetap abadi.  Semua perpisahan memang menyakitkan, tapi aku, lebih memilih untuk mensyukuri setiap momen yang telah kita lalui bersama. Terima kasih,atas semua cinta dan kisah bahagia yang sudah kita...

Maulid Nabi 1446 Hijriyah

  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW, seorang teladan utama dalam seluruh aspek kehidupan. Rasulullah SAW adalah sosok yang tidak hanya membawa risalah tauhid kepada umat manusia, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur seperti kasih sayang, keadilan, ketulusan, serta kebijaksanaan yang menjadi landasan dalam membangun peradaban Islam yang penuh dengan rahmat dan kebaikan. Oleh karena itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selalu diadakan dengan harapan mampu menginspirasi umat agar dapat menerapkan akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, Yayasan Mutiara Insan Mulia bekerja sama dengan Musholla Al-Furqon, Pengok, Yogyakarta, mengadakan acara yang berpusat pada pembacaan Maulid Addiba'iy dan tausiyah agama. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SA...