Jeda Di Antara Waktu

Ada saat ketika hidup terasa melambat, ketika semua hiruk-pikuk tiba-tiba lenyap, menyisakan sunyi yang mengisi ruang di antara detak jam. Di titik itu, seringkali diri ini merasa kehilangan arah, seperti ada sesuatu yang dulu begitu dekat, kini menjauh entah ke mana.

Namun, ternyata justru dalam jeda inilah Tuhan memberikanku kesempatan untuk merenung? Untuk menarik napas panjang, melepas beban yang tak perlu, dan menyadari bahwa kekosongan ini bukanlah akhir, melainkan awal yang baru. Anggaplah ini sebagai undangan dari semesta untuk memperbaiki langkah, untuk menemukan kembali impian yang pernah terlupakan.

Ternyata, setiap jeda adalah bagian dari perjalanan. Di tengah kekosongan, ada keheningan yang mengajarkan bahwa keberanian bukan hanya tentang terus bergerak, tapi juga tentang tahu kapan harus berhenti sejenak, menyusun kembali kekuatan, dan bangkit dengan semangat yang lebih besar.

Tidak sedikit yang telah mengingatkan ku, bahwa kita tidak boleh takut pada saat-saat sunyi itu, sebab ia hadir untuk memperkuat kita. Gunakan waktu ini untuk merancang mimpi-mimpi baru, untuk merajut harapan yang lebih tinggi. Sebab setiap jeda hanyalah lompatan menuju langkah yang lebih besar, lebih kuat, dan lebih penuh makna.

Jadi, jika kau merasa terhenti, ingatlah: ini hanyalah jeda di antara waktu. Saatnya kau bangkit dan melangkah lagi dengan hati yang lebih tegar, membawa harapan yang baru, menuju cerita yang belum selesai. 

Percayalah, masa depan selalu menunggu mereka yang berani memulai kembali.


Yogyakarta, 15 November 2024

23.38

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Yang Tak Pernah Sampai

Sri Tanjung 2022

Melepas dengan Ikhlas, Merindu dengan Tenang