Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

Jeda Di Antara Waktu

Ada saat ketika hidup terasa melambat, ketika semua hiruk-pikuk tiba-tiba lenyap, menyisakan sunyi yang mengisi ruang di antara detak jam. Di titik itu, seringkali diri ini merasa kehilangan arah, seperti ada sesuatu yang dulu begitu dekat, kini menjauh entah ke mana. Namun, ternyata justru dalam jeda inilah Tuhan memberikanku kesempatan untuk merenung? Untuk menarik napas panjang, melepas beban yang tak perlu, dan menyadari bahwa kekosongan ini bukanlah akhir, melainkan awal yang baru. Anggaplah ini sebagai undangan dari semesta untuk memperbaiki langkah, untuk menemukan kembali impian yang pernah terlupakan. Ternyata, setiap jeda adalah bagian dari perjalanan. Di tengah kekosongan, ada keheningan yang mengajarkan bahwa keberanian bukan hanya tentang terus bergerak, tapi juga tentang tahu kapan harus berhenti sejenak, menyusun kembali kekuatan, dan bangkit dengan semangat yang lebih besar. Tidak sedikit yang telah mengingatkan ku, bahwa kita tidak boleh takut pada saat-saat sunyi itu,...

Surat Yang Tak Pernah Sampai

Malam ini aku kembali duduk di meja yang sama, dengan lampu kuning berbentuk bunga yang setia menemani. Kipas angin dikamarku terus berputar, membiarkan angin yang dingin menyelimutiku, seolah ingin ikut membaca baris demi baris yang kutulis untukmu. Aku memegang pena ini dengan ragu, seperti seorang musafir yang tak tahu arah pulang. Ada begitu banyak yang ingin kusampaikan, namun seakan setiap kata berlomba-lomba untuk sembunyi. Mereka seperti bintang di langit malam, terlihat jelas namun terlalu jauh untuk kuraih. Selalu ada jeda antara keinginanku menulis dan ketakutan bahwa kau tak akan pernah benar-benar memahami. Mungkin aku terlalu pengecut untuk mengirimkan surat ini. Atau mungkin aku hanya tak ingin mengganggu ketenangan yang sudah kau temukan. Jadi, kubiarkan tinta ini menari di atas kertas, tanpa tujuan, tanpa kepastian apakah kau akan membacanya. Setiap huruf yang kutulis seakan mengikatku pada kenangan yang tak pernah benar-benar usai. Aku menulis bukan untuk meminta, buk...